cryptocurrency widget, price, heatmap
arrow
Burger icon
cryptocurrency widget, price, heatmap
Learn/Dampak Potensial dari Usulan Upgrade RISC-V Ethereum

Dampak Potensial dari Usulan Upgrade RISC-V Ethereum

Van Thanh Le

Van Thanh Le

•

DiterbitkanApr 21 2025

•

DiperbaruiSep 29 2026

tahun lalu4 menit baca baca
Coin360 crypto education illustration

Ethereum telah berkembang pesat sejak meluncurkan Ethereum Virtual Machine (EVM). Meskipun EVM membantu menjadikan smart contract sebagai kenyataan global, keterbatasannya—terutama terkait performa dan efisiensi proving—kini mulai terlihat. Menyusul usulan Vitalik Buterin, para developer Ethereum tengah menjajaki perubahan radikal: mengganti EVM dengan RISC-V sebagai virtual machine utama. Upgrade RISC-V ini dapat menjadi salah satu perubahan protokol paling disruptif dalam sejarah Ethereum.

Artikel ini mengulas isi usulan tersebut, apa yang mungkin diperbaiki atau justru rusak, serta artinya bagi developer kripto, pembangun rollup, dan ekosistem Ethereum yang lebih luas.

Apa Itu Upgrade RISC-V?

Pada intinya, upgrade RISC-V mengusulkan penggantian EVM (Ethereum Virtual Machine) dengan RISC-V, sebuah instruction set architecture (ISA) open-source yang digunakan di banyak aplikasi perangkat keras dan sistem tingkat rendah. Alih-alih mengandalkan virtual machine khusus yang dibuat untuk kebutuhan awal Ethereum, pendekatan ini akan memperlakukan eksekusi smart contract seperti program terkompilasi lainnya—menggunakan RISC-V untuk menjalankan instruksi, dengan syscall untuk operasi khusus blockchain seperti SLOAD, CALL, dan BALANCE.

Developer tetap akan menulis smart contract dengan Solidity atau Vyper, tetapi di balik layar, kode tersebut akan dikompilasi ke RISC-V, bukan bytecode EVM. Kontrak lama tetap kompatibel berkat lapisan interpreter atau dukungan dual-VM.

Gagasan ini bukan sekadar soal tooling yang lebih baik—melainkan mempersiapkan lapisan dasar Ethereum untuk masa depan, terutama di dunia yang semakin dibentuk oleh kemajuan zero-knowledge proof di Ethereum.

Mengapa Ethereum Membutuhkan Perubahan Ini

tweet-1914225227577569284_11zon.jpg
Sumber: @SuhailKakar/ X

Hambatan terbesar Ethereum saat ini bukan hanya adopsi pengguna atau performa dApp. Masalahnya sangat teknis dan sebagian besar bersumber dari execution layer.

Berikut yang ingin diatasi para developer Ethereum:

  • Tantangan skalabilitas Ethereum akibat inefisiensi EVM lama
  • Permintaan ZK-rollup yang terus meningkat, yang menyingkap mahalnya biaya proving logika EVM
  • Kebutuhan akan spesifikasi eksekusi yang lebih sederhana untuk mengurangi bug dan ukuran kode client
  • Keinginan untuk menghadirkan tooling native dan jalur optimasi yang lebih andal

EVM dulu revolusioner—tetapi kini menjadi hambatan di dunia yang menuntut skalabilitas dan verifiabilitas. Mari kita bahas implikasi peralihan ke RISC-V.

Manfaat Utama Upgrade RISC-V

1. Peningkatan Besar pada Efisiensi ZK-Proving

Model ZK-EVM saat ini masih perlu mensimulasikan logika EVM, sering kali dengan mengompilasinya ke RISC-V terlebih dahulu sebelum menghasilkan proof. Dengan melewati lapisan EVM sepenuhnya, Ethereum dapat memangkas waktu prover hingga 50x, dengan beberapa pengujian menunjukkan peningkatan 100x. Ini kemenangan besar bagi zk-rollup.

Buterin menyatakan usulan ini dapat mencapai peningkatan efisiensi hingga 100x.
Buterin menyatakan usulan ini dapat mencapai peningkatan efisiensi hingga 100x.

2. Kecepatan Eksekusi Ethereum yang Lebih Tinggi

Dengan menghilangkan interpretasi EVM, smart contract yang ditulis untuk RISC-V akan dieksekusi langsung pada instruction set minimal yang telah dioptimalkan dengan baik. Hal ini mengurangi pemborosan siklus dan dapat meningkatkan kecepatan eksekusi mentah—terutama di lingkungan seperti L2 yang sangat sensitif terhadap latensi.

3. Spesifikasi Eksekusi yang Lebih Sederhana dan Bersih

RISC-V adalah ISA yang ringkas dan telah diaudit dengan baik. Mengganti EVM akan menyederhanakan implementasi client secara drastis, memperkecil basis kode, dan meningkatkan kemudahan audit. Anggap saja seperti mengganti mesin buatan khusus yang berantakan dengan inti modular yang bersih.

4. Biaya Gas Nyata Berdasarkan Kerja Nyata

Setiap instruksi RISC-V dapat dipetakan ke gas berdasarkan biaya proving dan komputasi aktualnya. Seiring waktu, developer akan memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang seberapa mahal kode mereka sebenarnya—hingga ke tingkat instruksi.

5. Memanfaatkan Tooling Compiler Modern

Penggunaan RISC-V membuka akses ke toolchain matang seperti LLVM, sehingga developer dapat menulis dan mengoptimalkan kontrak dengan bahasa seperti Rust atau bahkan C, lengkap dengan dukungan formal verification, fuzzing, dan debugging.

6. Tidak Perlu Menulis Ulang Kontrak yang Ada

Kontrak EVM lama tetap dapat berjalan dan bahkan memanggil kontrak RISC-V baru. Ini memastikan dApp saat ini dan likuiditas yang terkunci tidak terganggu. Dua jenis VM dapat berjalan berdampingan selama masa transisi.

7. Membuka Jalan bagi Ethereum Multi-VM

Setelah Ethereum mendukung VM bergaya interpreter, jaringan ini dapat menambahkan VM lain seperti Move atau WASM. Hal ini membuat platform siap menghadapi masa depan dan modular, selaras dengan peta jalan Ethereum yang berpusat pada rollup.

Risiko dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Terlepas dari potensi keuntungannya yang mengesankan, upgrade RISC-V bukan tanpa pengorbanan. Sebagian bersifat teknis, sebagian lainnya lebih bersifat budaya dan ekonomi. Berikut kekhawatiran terbesarnya.

1. Jalur Migrasi yang Kompleks

Mendukung dua VM selama masa transisi dapat menyebabkan fragmentasi ekosistem. Tools, explorer, dan dompet semuanya harus mengakomodasi kedua format, sehingga meningkatkan kebutuhan pemeliharaan dan kompleksitas.

2. Risiko Ketidakcocokan Semantik

Kasus khusus seputar CALL, pengembalian gas, dan reentrancy dapat berperilaku berbeda antara EVM dan RISC-V, sehingga menimbulkan bug tak terduga—terutama pada sistem multi-kontrak yang saling terkait erat.

3. Keamanan dan Bug Compiler

Meskipun LLVM dan RISC-V sudah matang, kesalahan kompilasi atau syscall yang salah dipetakan bisa berbahaya. Smart contract RISC-V akan lebih bergantung pada compiler dibanding kontrak Solidity-ke-EVM, sehingga formal verification dan fuzzing menjadi sangat penting.

4. Beban Berat bagi Client Ethereum

Client full node seperti Geth, Besu, dan Nethermind semuanya harus mengimplementasikan interpreter RISC-V, gas scheduler, dan syscall bridge baru. Ini beban kerja besar dan berpotensi memperlambat agenda penting lain dalam peta jalan.

5. Hambatan Performa Baru

Syscall seperti SLOAD dan SSTORE bisa menjadi hambatan proving baru, terutama jika biaya ZK-proving-nya mendominasi siklus instruksi. Beberapa diskusi forum menyebutkan hal ini dapat menghapus sebagian keuntungan kecepatan RISC-V.

6. Performa Aritmetika yang Kurang Memuaskan

EVM ternyata cukup andal dalam aritmetika UInt256. Implementasi yang dioptimalkan dengan AVX2 dan AVX512 dapat mengungguli instruksi dasar RISC-V 32/64-bit. Untuk perhitungan matematika berat, ini bisa menjadi kemunduran dalam kecepatan eksekusi blok.

7. Pusingnya Tata Kelola

Standardisasi perilaku syscall, konvensi penamaan, dan jalur upgrade untuk lapisan RISC-V memerlukan konsensus komunitas yang luas. Hal ini dapat menyebabkan penundaan atau perdebatan berlarut soal hal remeh (bike-shedding), mirip perdebatan EIP di masa awal.

8. Kurva Adaptasi Developer

Meskipun Solidity tetap digunakan, pergeseran logika backend berarti tooling dan pola pikir perlu berkembang. Bersiaplah menghadapi kurva belajar baru untuk tooling, debugging, dan optimasi—meskipun sintaksnya tetap familier.

Dampaknya terhadap Layer-2 dan Biaya Ethereum

Solusi Layer-2 seperti zkSync, Scroll, dan StarkNet berpotensi mendapat manfaat besar. Dengan membuat ZK-proof lebih murah dan efisien, upgrade RISC-V dapat menurunkan biaya prover di seluruh rollup, yang pada gilirannya menekan biaya transaksi bagi pengguna.

Begini caranya:

  • Pembuatan proof lebih cepat = finalitas blok lebih cepat
  • Proving L2 lebih murah = biaya per transaksi lebih murah
  • Ukuran circuit lebih kecil = throughput lebih tinggi dengan biaya yang sama

Ini keuntungan bagi semua pihak—dari pembangun dApp hingga power user yang mencari biaya rendah.

Kesimpulan: Langkah Berani dengan Pengorbanan Nyata

Usulan upgrade RISC-V Ethereum bukan sekadar pembaruan spesifikasi kecil. Ini adalah taruhan jangka panjang pada kesederhanaan, kecepatan, dan modularitas. Keuntungan dalam kecepatan eksekusi Ethereum, efisiensi ZK-prover, dan desain yang siap menghadapi masa depan sangat besar—tetapi tidak datang dengan murah.

Bagi developer Ethereum, ini saatnya mulai bersiap:

  • Pahami cara kerja RISC-V
  • Berpikirlah melampaui bytecode EVM
  • Ikuti dengan cermat usulan biaya gas syscall

Usulan ini butuh waktu untuk matang—tetapi jika Ethereum ingin tetap menjadi platform smart contract paling serbaguna di dunia, inilah jalur yang mungkin paling selaras dengan masa depan.

cryptocurrency widget, price, heatmap
v 5.15.2
© 2017 - 2026 COIN360.com. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.