cryptocurrency widget, price, heatmap
arrow
Burger icon
cryptocurrency widget, price, heatmap
Learn/Pelajaran Penting dari 7 Peretasan Exchange Kripto Paling Terkenal

Pelajaran Penting dari 7 Peretasan Exchange Kripto Paling Terkenal

Van Thanh Le

Van Thanh Le

•

DiterbitkanAug 15 2024

•

DiperbaruiSep 29 2026

2 tahun yang lalu4 menit baca baca
Coin360 crypto education illustration

7 Peretasan Exchange Kripto Paling Terkenal

Di dunia mata uang kripto yang dinamis, menjaga keamanan adalah hal yang krusial. Peretasan-peretasan terkenal telah menjadi tantangan besar, baik bagi investor kripto maupun pihak yang terlibat dalam pengembangan exchange kripto. Artikel ini akan mengulas daftar exchange kripto yang diretas, yakni 7 insiden paling terkenal, kisah di baliknya, serta cara melindungi investasi Anda. Mulai dari kasus Mt. Gox yang terkenal buruk hingga serangan siber terbaru, kami akan membahas berbagai pembobolan ini beserta pelajaran berharga yang dapat diambil demi menjaga keamanan dana Anda di dunia digital.

Menelaah Peretasan Terkenal: Perspektif Sejarah

h4DzljaB_4x.webp

Pembobolan exchange kripto telah menjadi masalah yang terus berulang, membuat investor rentan dan mengikis kepercayaan terhadap industri. Lalu, exchange kripto mana saja yang pernah diretas? Mari kita telaah beberapa peretasan paling terkenal beserta dampaknya.

Angka-angkanya: Berapa Banyak Exchange Kripto yang Pernah Diretas?

Data yang dihimpun oleh Crystal Blockchain dan Cointelegraph mengungkap statistik yang memprihatinkan. Sepanjang 2011 hingga 2020, total dana yang hilang akibat peretasan exchange kripto melampaui $15.6 billion. Lebih dari 50 exchange menjadi korban, dengan beberapa di antaranya mengalami pembobolan berulang kali. Rekor 19 exchange kripto diserang pada 2019 saja, meskipun jumlah ini menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun 2021 diwarnai lebih dari 20 insiden besar, masing-masing mengakibatkan pencurian mata uang digital senilai minimal $10 million dari sebuah exchange atau proyek kripto. Sedikitnya enam kasus membuat peretas berhasil membawa kabur lebih dari $100 million.

Pada 2022, Chainalysis mengidentifikasi peretasan kripto senilai $3.8 billion. Angka ini naik 15% dari 2021 yang mencatat kerugian $3.3 billion, dan melonjak drastis dibandingkan $0.5 billion yang dicuri pada 2020.

zUQB2rvJ_4x.webp

Berikut jawaban singkat atas pertanyaan: berapa banyak exchange kripto yang pernah diretas? Jumlah pastinya tidak diketahui karena adanya insiden yang tidak diungkap, tetapi berikut 7 kasus paling terkenal.

Exchange KriptoTanggalJumlah yang DicuriPenyebab Peretasan
Mt. GoxFebruari 2014744,408 BTCPrivate key dompet hot wallet dicuri
CoincheckJanuari 2018Lebih dari $500 millionKelalaian keamanan dalam penyimpanan dana
KuCoinSeptember 2020Lebih dari $280 millionPembobolan pada hot wallet
BitGrailFebruari 2018$170 millionPencurian Nano (XRB) dan kontroversi dengan pemilik
BitMartDesember 2021$196 millionPeretasan yang menyasar hot wallet ETH dan BSC
CoinbeneMaret 2019$100 millionDugaan pembobolan keamanan dan upaya menutupinya
LiquidAgustus 2021$80 millionPembobolan keamanan yang berujung pada perpindahan aset

Mt. Gox

  • Tanggal: Peretasan dimulai pada 7 Februari 2014.
  • Jumlah yang dicuri: 744,408 bitcoin milik pelanggan Mt. Gox dan 100,000 milik perusahaan itu sendiri, setara $460,000 pada saat itu dan lebih dari $20 billion saat ini.

Mt. Gox, yang pernah menjadi exchange kripto terbesar, menjadi korban peretasan dahsyat. Peretas mencuri private key hot wallet Mt. Gox dari sebuah file wallet.dat, dan koin tambahan juga dicuri dari exchange lain. Kekacauan pun terjadi ketika peretas terus mengosongkan dompet, sementara sistem keliru menafsirkan pengeluaran tersebut sebagai deposit. Akibatnya, sebagian pengguna menerima hingga sekitar 40,000 BTC ekstra. Mt. Gox dinyatakan bangkrut, dan perjuangan hukum untuk kompensasi kreditur berlangsung bertahun-tahun. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan langkah yang lebih dekat menuju pemulihan aset.

Coincheck

  • Tanggal: Januari 2018.
  • Jumlah yang dicuri: Koin digital senilai lebih dari $500 million.

Coincheck, exchange yang berbasis di Tokyo, mengalami pembobolan besar yang mengguncang industri kripto. Peretas memanfaatkan kelalaian keamanan Coincheck, yang menyimpan aset pelanggan di hot wallet yang rentan, bukan di cold wallet yang lebih aman. Meskipun koin NEM yang dicuri berhasil diidentifikasi, pemiliknya tetap tidak diketahui, sehingga menimbulkan keraguan atas kemampuan peretas untuk mencairkannya. Awalnya, Coincheck berjanji mengganti rugi pengguna, tetapi kemudian mengubah sikapnya dan hanya mengganti sebagian dana yang dicuri. Sejak itu Coincheck telah diakuisisi dan mengambil langkah untuk memperbaiki protokol keamanan.

KuCoin

  • Tanggal: 26 September 2020
  • Jumlah yang dicuri: Mata uang kripto senilai lebih dari $280,000,000.

Pada 2020, KuCoin mengalami pembobolan keamanan yang menyebabkan kerugian finansial besar. Peretas berhasil mengakses hot wallet milik exchange, sehingga KuCoin memindahkan dana yang tersisa ke dompet baru dan membekukan deposit serta penarikan pelanggan. Melalui kerja sama dengan lembaga penegak hukum, dana curian yang tersebar di berbagai mata uang kripto kemudian berhasil dipulihkan. Insiden ini menyoroti pentingnya tindakan cepat dan kerja sama dalam meredam dampak peretasan.

BitGrail

  • Tanggal: 8 Februari 2018
  • Jumlah yang dicuri: $170,000,000

BitGrail, exchange kripto asal Italia, mengalami peretasan yang mengakibatkan pencurian 17 juta unit Nano (XRB) senilai $170 million. Exchange tersebut menghentikan sementara semua transaksi dan melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Kontroversi muncul saat pemilik BitGrail, Francesco Firano, menyalahkan tim pengembang Nano dan menyarankan agar buku besar diubah untuk menutup kerugian. Usulan ini ditolak, sehingga pengguna yang terdampak mencari ganti rugi melalui token BitGrail Shares (BGS).

BitMart

  • Tanggal: 5 Desember 2021
  • Jumlah yang dicuri: $196 million

Pada Desember 2021, BitMart menjadi korban pembobolan keamanan, yang menyebabkan hilangnya mata uang kripto senilai $150 million. Peretasan ini menyasar hot wallet ETH dan BSC milik BitMart, sehingga exchange menangguhkan penarikan dan memulai peninjauan keamanan menyeluruh. Dana yang dicuri dikirim ke layanan mixing Ethereum, yang mempersulit upaya pelacakan. BitMart kemudian menangguhkan seluruh deposit dan penarikan, serta berjanji mengganti rugi pelanggan yang terdampak.

Coinbene

  • Tanggal: 25 Maret 2019
  • Jumlah yang dicuri: $100,000,000

Coinbene, sebuah platform exchange kripto, menghadapi dugaan peretasan pada Maret 2019. Meskipun exchange mengklaim sedang melakukan pemeliharaan, bukti menunjukkan adanya pembobolan keamanan. Transaksi keluar yang melibatkan banyak token menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi. Situs web Coinbene kini tidak dapat diakses, yang mengindikasikan kemungkinan penutupan.

Liquid

  • Tanggal: 19 Agustus 2021
  • Jumlah yang dicuri: $80,000,000

Exchange asal Jepang, Liquid, mengalami pembobolan keamanan, yang mengakibatkan perpindahan aset digital senilai lebih dari $80 million dari platform. Liquid segera menangguhkan penarikan dan deposit untuk menyelidiki insiden tersebut. Aset yang dicuri meliputi Bitcoin, Tron, Ether, dan token ERC-20. Sejak itu Liquid telah memperkuat langkah keamanannya dan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

Pelajaran dari Peretasan Exchange Kripto

guUTXVMD_4x.webp

Insiden-insiden ini menjadi peringatan yang menekankan pentingnya langkah keamanan yang kuat dan tindakan proaktif untuk melindungi dana pengguna. Mari kita telaah pelajaran utama dari serangan-serangan terkenal ini.

Memperkuat Langkah Keamanan: Kebutuhan Mutlak dalam Pengembangan Exchange Kripto

Exchange kripto harus memprioritaskan keamanan untuk menjaga kepercayaan pengguna. Menerapkan protokol keamanan yang ketat sangat penting untuk melindungi dana pengguna. Hal ini mencakup:

  • Autentikasi Multi-Faktor (MFA): Exchange sebaiknya mewajibkan beberapa lapisan autentikasi untuk mengakses akun pengguna, sehingga mengurangi risiko akses tidak sah.
  • Audit Keamanan Berkala: Melakukan audit keamanan dan penilaian kerentanan secara rutin membantu mengidentifikasi dan menangani potensi kelemahan dalam sistem, sehingga memperkuat pertahanan terhadap ancaman siber.
  • Cold Storage: Menggunakan dompet cold storage yang offline dan lebih sulit diretas memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi mata uang kripto.

Peran Regulasi dan Kepatuhan dalam Mencegah Peretasan Exchange Kripto

Kerangka regulasi memegang peran penting dalam industri kripto, menyediakan landasan bagi keamanan dan perlindungan investor. Exchange harus mematuhi standar dan regulasi industri, serta menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) yang kuat. Kolaborasi antara exchange, regulator, dan lembaga penegak hukum sangat penting untuk memitigasi risiko dan memerangi aktivitas penipuan secara efektif.

Mengedukasi dan Memberdayakan Investor: Memitigasi Risiko Peretasan Exchange Kripto

Edukasi adalah kunci untuk melindungi investasi di dunia kripto. Pengguna harus menyadari potensi risiko dan ancaman baru yang muncul. Exchange dapat berkontribusi dengan menyediakan sumber belajar dan mendorong praktik trading yang aman. Dengan terus mengikuti perkembangan langkah keamanan terbaru, pengguna dapat mengambil keputusan yang tepat dan melindungi aset mereka.

Pentingnya Autentikasi Multi-Faktor dan Cold Storage

Menerapkan autentikasi multi-faktor menambah lapisan keamanan ekstra pada akun pengguna. Dengan mewajibkan beberapa metode autentikasi, seperti kata sandi, biometrik, atau kode sekali pakai, exchange dapat secara signifikan mengurangi risiko akses tidak sah. Selain itu, menyimpan mata uang kripto di cold wallet, yaitu solusi penyimpanan offline, memastikan dana tetap aman dari ancaman online.

FAQ tentang Peretasan Exchange Kripto Terkenal

T: Apa saja peretasan exchange kripto paling signifikan sepanjang sejarah?

J: Peretasan paling terkenal meliputi insiden di Mt. Gox, Coincheck, KuCoin, BitGrail, BitMart, Coinbene, dan Liquid.

T: Bagaimana exchange kripto dapat meningkatkan langkah keamanannya?

J: Exchange dapat meningkatkan keamanan dengan menerapkan autentikasi multi-faktor, melakukan audit keamanan secara berkala, dan menggunakan cold storage untuk mata uang kripto.

T: Bagaimana peretas meretas exchange kripto?

J: Peretas kerap mengeksploitasi celah keamanan, seperti metode autentikasi yang lemah, dompet yang kurang terlindungi, atau bug sistem untuk membobol exchange.

T: Apa peran regulasi dalam melindungi investor kripto?

J: Regulasi menyediakan kerangka keamanan dan melindungi investor dengan menetapkan standar industri yang wajib dipatuhi exchange.

T: Bagaimana investor dapat mengedukasi diri agar tidak menjadi korban peretasan?

J: Terus mengikuti informasi tentang potensi risiko, ancaman baru, dan praktik terbaik untuk transaksi kripto yang aman dapat membantu investor melindungi aset mereka.

T: Mengapa autentikasi multi-faktor dan cold storage penting bagi investor kripto?

J: Langkah keamanan ini melindungi akun pengguna dan mata uang kripto yang tersimpan dari ancaman online, sehingga mengurangi risiko peretasan.

Kesimpulan

Peretasan-peretasan terkenal dalam daftar exchange kripto yang diretas ini menyingkap kerentanan ekosistem aset digital. Sangat penting bagi investor maupun pihak yang terlibat dalam pengembangan exchange kripto untuk memprioritaskan keamanan dan belajar dari insiden masa lalu. 

Dengan berfokus pada peningkatan langkah keamanan, mematuhi standar regulasi, mendorong edukasi, serta menerapkan autentikasi multi-faktor dan cold storage, investor dapat melindungi aset mereka dengan lebih baik dan mengurangi risiko serangan siber. Di dunia mata uang kripto yang terus berkembang, kewaspadaan dan sikap proaktif adalah kunci untuk melindungi investasi dan menjaga kepercayaan terhadap industri.

Artikel ini telah disempurnakan dan ditingkatkan oleh ChatGPT.

cryptocurrency widget, price, heatmap
v 5.15.2
© 2017 - 2026 COIN360.com. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.