CLARITY Act Terancam Kandas di Senat saat Konflik Etika Kripto Memanas

Pembatasan di cabang eksekutif mengancam menggagalkan RUU struktur pasar aset digital AS yang didukung bipartisan
TL;DR
- Partai Republik di Senat memperkirakan CLARITY Act akan kesulitan pada pemungutan suara cloture 15 September karena Demokrat menuntut perlindungan etika kripto cabang eksekutif yang lebih kuat.
- Perselisihan berfokus pada penegakan dan pembatasan yang melibatkan pejabat federal senior, bukan pada kerangka struktur pasar aset digital yang lebih luas dalam RUU tersebut.
- Kegagalan bisa memaksa legislator mengulang proses legislasi di Kongres berikutnya, sementara kelompok politik yang didukung industri kripto bersiap memanfaatkan hasil voting tercatat untuk keputusan belanja pemilu paruh waktu.
Trading lebih cerdas di Jupiter, DEX terdepan di Solana yang dibuat untuk eksekusi cepat dan likuiditas dalam.
Swap token dengan rate kompetitif, routing otomatis ke berbagai sumber likuiditas, serta akses perpetuals, DCA, dan alat trading lanjutan — semuanya di satu tempat!
Partai Republik di Senat mengisyaratkan bahwa Digital Asset Market Clarity Act, atau CLARITY Act, bisa gagal dalam pemungutan suara cloture pada 15 September pukul 2:15 p.m. ET karena para legislator masih terbelah soal pembatasan etika kripto di cabang eksekutif, meski kedua pihak secara umum menerima kerangka dasar struktur pasar aset digital dalam legislasi ini.
Cloture adalah prosedur Senat untuk mengakhiri debat dan mendorong legislasi menuju pemungutan suara final. Perhitungan suara saat ini membuat RUU bergantung pada dukungan Demokrat, sementara adanya defeksi yang diperkirakan dari pihak Republik membuat jalurnya makin sulit.
Sen. Mike Rounds mengatakan bahwa “saat ini terlihat tidak bagus,” sementara Sen. Thom Tillis dari North Carolina menyebut RUU ini akan gagal tanpa kompromi. Sen. Angela Alsobrooks dari Maryland mengindikasikan ia tidak akan mendukung legislasi ini kecuali para legislator mengadopsi bahasa etika yang lebih ketat.
Ketentuan etika menjadi hambatan utama
Versi terbaru Senat sudah mencakup bagian etika, tetapi kompromi itu belum menyelesaikan perbedaan. Ketentuan tersebut akan melarang pejabat federal senior dan pasangan mereka menerbitkan atau mensponsori aset digital saat menjabat, menempatkan penegakan semata pada Departemen Kehakiman, dan berakhir pada 20 Januari 2029.
Tujuh senator Demokrat dalam pernyataan bersama mengatakan ketentuan itu lebih menyerupai tameng ketimbang perlindungan. Keberatan mereka berpusat pada masa berlaku yang dikaitkan dengan berakhirnya masa jabatan presiden saat ini serta mekanisme penegakan yang dikendalikan cabang eksekutif, yang menurut mereka bisa membuat Presiden Trump pada praktiknya tak tersentuh.
Perselisihan memanas setelah laporan keterbukaan keuangan menunjukkan presiden meraup pendapatan terkait kripto jauh di atas $1 miliar selama setahun. Kirsten Gillibrand, salah satu negosiator kunci Senat untuk aset digital, menjadi tokoh sentral dalam penolakan Demokrat terhadap bahasa etika saat ini.
Ruben Gallego dan Thom Tillis mengajukan usulan tandingan yang membahas mekanisme penegakan, tetapi Gedung Putih belum menyetujui usulan tersebut berdasarkan informasi terbaru. Karena itu, Demokrat terus menentang kompromi yang ada.
Sen. Cynthia Lummis, salah satu pendukung cryptocurrency paling menonjol di Senat, menyalahkan Demokrat atas risiko kolaps. “Jika RUU ini gagal, itu bukan karena etika; itu karena Demokrat tidak bergabung dengan Republik untuk merangkul RUU bipartisan yang melindungi konsumen, mengukuhkan kepemimpinan Amerika dalam aset digital, dan memberdayakan penegak hukum untuk menindak keuangan ilegal,” kata Lummis.
Lummis juga mengatakan kesepakatan masih mungkin. “Jika kita bisa menjembatani celah itu, saya yakin kita bisa meloloskan Clarity, tetapi itu membutuhkan kompromi lebih lanjut dari Demokrat, bukan dari Gedung Putih,” ujarnya.
Lummis memperingatkan bahwa kegagalan tahun ini bisa membuat Amerika Serikat tanpa regulasi kripto yang komprehensif hingga 2030. Linimasa terpisah dalam informasi yang disediakan menyebut voting yang gagal dapat menahan legislasi struktur pasar setidaknya hingga 2027 karena RUU yang belum tuntas perlu diajukan kembali di Kongres berikutnya.
Kalender legislasi menyisakan sedikit ruang untuk pemulihan
CLARITY Act sudah melewati beberapa tonggak legislasi utama, tetapi kalender makin ketat di tengah sengketa Senat yang belum tuntas.
Pembatalan di DPR membuat sidang hanya berlangsung beberapa hari saja sepanjang bulan itu, mempersempit jalur agar legislasi ini bisa sampai ke presiden sebelum periode pemilu paruh waktu menyerap lebih banyak perhatian Kongres.
Thune dapat tetap menempatkan legislasi ini di kalender Senat dan mengajukan upaya cloture lainnya jika yang pertama gagal. Namun, waktu pembahasan di floor yang menyusut dan reses yang mendekat menyisakan sedikit ruang untuk dorongan berikutnya pada tahun ini.
RUU yang belum selesai tidak otomatis terbawa ketika masa Kongres berakhir. Lummis mengatakan para legislator harus mengajukan kembali RUU, menggelar proses komite baru, dan membangun ulang dukungan bipartisan jika langkah ini tidak dirampungkan sebelum masa Kongres saat ini berakhir.
Satu kelompok penegak hukum yang sebelumnya menentang legislasi ini baru-baru ini beralih ke posisi netral, menghilangkan satu sumber perlawanan sementara sengketa etika tetap belum terselesaikan.
Sebelumnya Senat diperkirakan akan bergerak lebih cepat untuk legislasi ini. Thune pernah mengatakan para legislator berniat membahasnya setelah kembali ke Washington, tetapi penundaan mengurangi waktu yang tersedia untuk merundingkan kompromi.
Probabilitas yang dikutip dalam informasi yang disediakan menempatkan peluang CLARITY Act menjadi undang-undang tahun ini sebesar 15%.
Kelompok politik kripto ingin sikap senator tercatat
Super-PAC yang didukung industri kripto punya insentif agar voting Senat tetap berjalan meski legislasi kalah, karena voting tercatat memberi kelompok politik cara untuk menilai para legislator dan mengarahkan belanja kampanye pemilu paruh waktu.
Analisis Public Citizen atas dokumen federal menggambarkan komitmen sektor ini untuk siklus pemilu lebih besar daripada sektor korporasi mana pun. Fairshake dan PAC afiliasinya didanai terutama oleh Coinbase, Ripple dan Andreessen Horowitz.
Tekanan politik itu menciptakan pilihan sulit bagi Demokrat yang mencari dukungan industri kripto atau ingin menjaga akses ke pendanaan tersebut. Voting ini akan memaksa para legislator mengambil posisi publik atas legislasi yang kini terkait langsung dengan sengketa soal etika kripto keluarga Trump.
Lembaga tetap bergerak tanpa Kongres
Kegagalan di Kongres tidak akan menghentikan penyusunan aturan kripto federal. GENIUS Act sudah menetapkan aturan federal untuk stablecoins pembayaran, sementara SEC di bawah Ketua Paul Atkins sedang menulis ulang aturan kriptonya dan CFTC bergerak untuk membawa lebih banyak aktivitas perdagangan aset digital kembali ke dalam negeri.
JPMorgan dan Bernstein berpendapat prospek legislasi ini melemah semakin lama sengketa etika berlanjut. Mereka juga mengatakan CLARITY Act yang gagal bisa memberi SEC dan CFTC lebih banyak ruang untuk menetapkan aturan yang lebih ketat daripada yang diizinkan RUU, meski itu merupakan penilaian analis, bukan kepastian, dan sejauh ini kedua lembaga bergerak ke arah yang lebih ringan.
Kegagalan juga akan membuat struktur pasar tetap menjadi fokus utama upaya politik pemilu paruh waktu industri kripto, meningkatkan pentingnya kontrol komite Kongres dan kepemimpinan masing-masing kamar, sementara penyusunan aturan aset digital yang lebih dekat waktunya tetap berada di tangan lembaga federal.
FAQ
Apa yang menghambat CLARITY Act?
Sengketa soal pembatasan etika kripto di cabang eksekutif dan penegakannya.
Siapa yang memperingatkan bahwa RUU ini bisa gagal?
Mike Rounds dan Thom Tillis sama-sama menyatakan pesimisme soal peluang lolos.
Mengapa super-PAC kripto tetap menginginkan voting?
Voting tercatat membantu mereka mengevaluasi legislator dan mengalokasikan belanja pemilu paruh waktu.
Apa yang terjadi jika Kongres tidak menuntaskan RUU ini?
Legislasi ini perlu diajukan kembali pada Kongres berikutnya.
Artikel ini telah disempurnakan dan ditingkatkan oleh ChatGPT.